Artificial Intelligence Sebagai Penggerak Industri 4.0 dan Tantangannya Bagi Sektor Pemerintah dan Swasta

Reza Yogaswara

Abstract

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi penggerak revolusi industri 4.0 yang menjanjikan banyak kemudahan bagi sektor pemerintah maupun industri. Internet of Things (IoT) dan big data contohnya dimana AI dapat diimplementasikan, teknologi yang telah banyak diadopsi di era industri 4.0 ini mampu menghubungkan setiap perangkat, seseorang dapat mengotomatisasi semua perangkat tanpa harus berada di lokasi, lebih dari itu, saat ini telah banyak mesin yang dapat menginterprestasi suatu kondisi atau kejadian tertentu dengan bantuan AI, sebagaimana telah kamera cerdas pendeteksi kepadatan volume kendaraan di jalan raya menggunakan teknologi Deep Learning Neural Network, yang telah diimplementasikan pada beberapa Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota dalam mendukung program Smart City yang telah dicanangkan. Pada sektor industri, banyak juga dari mereka yang telah mengotomatisasi mesin produksi dan manufaktur menggunakan robot dan Artificial Intelligence, sehingga Industri 4.0 akan meningkatkan daya saing melalui perangkat cerdas, setiap entitas yang mampu menguasai teknologi ini disitulah keunggulan kompetitifnya (competitive advantage). Namun ditengah perkembangan industri 4.0 yang cukup masif pemerintah harus bergerak cepat dalam mengadopsi platform ini, jika tidak, mereka akan menurunkan efisiensi proses bisnis untuk menjaga stabilitas layanan publik. Oleh sebab itu diperlukan keilmuan dan pemahaman yang benar bagi pemerintah dalam menghadapai era Industri 4.0, dimana Chief Information Officer (CIO) dapat mengambil peranan penting dalam memberikan dukungan yang didasari atas keilmuan mereka terkait tren teknologi industri 4.0, khususnya AI yang telah banyak diadopsi di berbagai sektor.

Keywords

Artificial Intelligence, Industry 4.0, Chief Information Officer

Full Text:

PDF

References

Almada-Lobo, F. (2016). The Industry 4.0 revolution and the future of manufacturing execution systems (MES). Journal of Innovation Management, 3, 16-21.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3446294/jokowi-bicara-soal-kekuatan-ri-pada-revolusi-industri-ke-4, 14 Maret 2017.

Geiger, R., & Sá, C. 2013. Tapping the Riches of Science: Universities and the Promise of Economic Growth. Cambridge, MA: Harvard.

Gomez D, M,. et al, 2016, "A vision of industry 4.0 from an Artificial Intelligence point of view"

Morrar R. et al, 2017, “The Fourth Industrial Revolution (Industry 4.0): A Social Innovation Perspective”

Roblek V. et al, 2016, "A complexity view of Industry 4.0".

Schwab K., http://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-fourth-industrial-revolution-what-it-means-and-how-to-respond. 2016.

Tufféry S., 2011, Data Mining and Statistics for Decision Making. A John Wiley & Sons, Ltd., Publication

https://www.wartaekonomi.co.id/read174345/lewat-revolusi-industri-40-indonesia-ingin-masuk-10-besar-ekonomi-dunia.html. 20 Maret 2018.

Wuest T. "Machine learning in manufacturing: advantages, challenges, and applications"

Refbacks

  • There are currently no refbacks.